Tokopedia adalah perusahaan e-commerce yang mengusung bisnis model market place. Nakama sendiri adalah sebutan untuk para karyawan Tokopedia yang dalam bahasa Jepang artinya teman atau kawan, bisa disebut juga dengan partner yang bersama-sama mengerjar tujuannya.
Terus terang awalnya saya kurang antusias untuk mengikuti
acara Nakama Academy ini, karena dalam pikiran saya pasti ini acara boring
banget, tapi setelah dijelaskan oleh para coach, Nakama academy adalah program
yang dibentuk oleh management Tokopedia untuk karyawan yang baru masuk agar
bisa cepat beradaptasi dan memahami prodcut knowledge, struktur organisasi,
divisi dan sistem kerja yang ada di Tokopedia.
Kita juga di hadapkan untuk menjadi Nakama divisi lain, dihari pertama
dijelaskan seperti itu, saya menjadi tertantang dan ingin mengetahui pekerjaan-pekerjaan
Nakama di divisi lain yang tidak terbayangkan oleh saya bagaimana pekerjaannya.
Harapan saya tentunya dengan mengikuti Nakama Academy ini,
agar saya nantinya bisa lebih mengerti tentang produk-produk Tokopedia dan alur
bisnis dari Tokopedia sendiri. Juga dengan mengikuti program ini, saya bisa
mengenal Nakama lain dari divisi lain juga, karena menurut saya kita pasti akan
berhubungan dan berkolaborasi dengan divisi lain. Dengan berkenalan, itu akan
sangat membantu saya dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Bahasa dan istilah
Semua yang mengikuti Nakama academy adalah berasal dari
berbagai divisi yang tentu memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda,
perbedaan ini yang kadang membuat penyampaian informasi sering tidak sampai
dengan baik, karena istilah-istilah yang digunakan dikalangan teman-teman IT(seperti
server, source code, php,html,dll),
belum tentu langsung dipahami oleh teman-teman dari divisi lain. Hal ini
membuat saya sadar bahwa saya harus belajar bahasa yang umum atau menjelaskan
kepada teman-teman dengan detail apa yang saya maksud, jika tidak mereka akan bingung.
Seperti dihari pertama ketika coach menanyakan saya dari divisi mana?saya
langsung menjawab saya dari security, banyak teman-teman menyangka saya adalah
“security” gedung :D. Jika yang saya ajak bicara adalah teman-teman di divisi
IT, mungkin mereka langsung mengerti kalau saya dari divisi IT security. Karena
hal itu lah saya langsung sadar, bahwa di Tokopedia saya akan bekerja bersama
dengan teman-teman dari berbagai divisi dan bahasa merupakan hal yang sangat
penting untuk saya perhatikan.
Harus bisa menjadi customer care
Di Tokopedia semua harus bisa menjadi customer care
Tokopedia. Team operasional Tokopedia datang dan memberikan coaching kepada
seluruh peserta Nakama academy bagaimana menjadi customer care yang baik dan
menjelaskan apa saja yang mereka hadapi, mereka mendapatkan pesan atau email dari
customer yang kadang aneh, dari menanyakan tentang masalah mereka dalam bertransaksi
sampai hal-hal yang lucu.
Setelah dijelaskan, semua peserta Nakama academy diberi
kesempatan untuk melakukan tes dengan membalas email dari customer. Ada sekitar
70 email real dari customer Tokopedia yang melakukan komplain atau pertanyaan.
Kita diberi waktu sekitar 3jam untuk membalas semua email tersebut dengan
mengetikkan di sistem yang telah disiapkan oleh team customer care Tokopedia.
Email harus di jawab dengan standar customer care Tokopedia, seperti “Selamat siang pak/bu, sebelumnya kami mohon
maaf atas ketidak nyamanan bapak/ibu”
dan kalimat penutupnya “terima kasih atas pengertiannya” , harus
menggunakan dengan kata yang sopan dan ramah, bagi saya ini pekerjaan yang
berat, karena bolak balik tutor saya mengoreksi bahasa yang saya gunakan,
akhirnya dari 70 email saya hanya bisa menjawab 6 saja :D. Dengan begini para
peserta Nakam academy akan tau beratnya berhadapan langsung dengan customer
Tokopedia.
Setelah itu dari tim resolusi (konstelasi dan operasional),
kita diberi beberapa kasus yang di alami pembeli yang melakukan komplain kepada
penjual karena tidak memiliki titik
temu. Fitur komplain Tokopedia ini merupakan wadah diskusi untuk penjual dan
pembeli untuk memanggil pihak Tokopedia untuk menengahi masalah mereka. Tim
resolusi ini yang akan memberikan solusi terbaik untuk kedua pihak. Dalam diskusi ini, Nakama dibagi menjadi 3
tim, ada time pembeli, penjual dan tim resolusi Tokopedia. Tim pembeli komplain
dengan penjual minta uangnya dikembalikan karena barangnya tidak sesuai dengan
ekspektasinya, tim penjual tidak mau terima begitu saja karena spesifikasi
barang yang mereka jual sudah di tulis degan jelas. Setelah berdebat dan tidak
memiliki titik temu, tim resolusi harus memutuskan dan memberikan solusi yang
terbaik untuk keduanya. Dari sini saya tau bahwa tanggung jawab tim
resolusi Tokopedia memiliki peran yang
sangat vital dalam kepuasan pelanggan Tokopedia.
Kemudian dari tim operasional transaksi menjelaskan suka dukanya mereka dalam
menangani transaksi yang mencapai ribuan perhari, mereka harus mencocokkan
nomor transaksi secara manual karena customer melakukan pembayaran tidak
menyertakan kode unik yang diberikan Tokopedia atau nama akun di Tokopedia
berbeda dengan nama rekening yang mentransfer uangnya. Customer harus
mengupload bukti transfer,kadang-kadang ada customer yang salah mengupload foto
yang diupload adalah foto selfienya mereka :D, ada juga yang mengupload bukti
transfernya dengan foto yang buram atau tidak jelas.
Mengenal semua divisi yang ada di Tokopedia
Nakama academy juga mengenalkan kita pada semua jobdesk dari
divisi lain, seperti tim legal yang menangani masalah hukum yang terkait kerja
sama dengan pihak diluar Tokopedia, HR yang menangani Nakama, divisi mobile
application, QA dan IT security. Dengan begitu pada peserta Nakama academy akan
tau suka duka nya di setiap devisi.
Team work
Menjelang hari terakhir Nakama academy, para peserta mengikuti
pelatihan scrum selama dua hari, awalnhya saya sangat bingung istilah-istilah
di scrum, dan para peserta harus bisa bekerja bersama tim yang baru dibentuk.
Disini sekali lagi saya merasakan pentingnya komunikasi antar personal dalam
tim yang baru dengan baik. Disprint pertama, tim saya keteteran karena saya
tidak tau apa tujuan di spirnt pertama, tugas kita adalah membuat website
tentang binatang yang kita pilih, saya menyiapkan semuanya mulai dari download
xampp, download wordpress,menginstall keduanya, saya memilih wordpress karen
saya pikir kita akan membuat web yang bagus dengan tampilan, layout, dan mudah untuk ganti template. Tim kita Cuma
mendapatkan point satu, karena saya gagal dalam memahami tujuan akhir dari
spirnt pertama, tujuannya bukan membuat web dengan baik, tujuannya adalah semua
artikel harus sudah di posting dan saya telat memposting semua artikel yang
telah di cari oleh rekan satu tim saya.
Belajar dari sprint pertama, untuk sprint kedua, saya
benar-benar memperhatikan apa yang akan menjadi tujuan dari spirnt tersebut,disini
tim kita lebih terorganisir, planningnya jelas, time managemennya juga kita
susun dengan baik dan hampir semua tujuannya kita selesaikan dengan baik.
Harapan untuk Nakama academy kedepannya
Semoga lebih baik lagi dalam menanamkan DNA Tokopedia pada
peserta Nakama academy. Tugas dan game diperbanyak agar lebih seru lagi. Jika
waktunya akan diperpanjang sarannya dibuat lebih bervariasi dan kalau bisa di
adakan camp Nakama academy agar peserta tidak boring.



No comments:
Post a Comment